Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

ADUH SUSAHNYA NGUMPULIN DP BUAT KPR

ADUH SUSAHNYA NGUMPULIN DP BUAT KPR

Posted : 12 October 2015

Aduh susahnya ngumpulin DP buat KPR

DP = Down Payment, KPR = Kredit Pemilikan Rumah

 

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

 

Hai sobat properti, kembali ya kita ke masalah KPR lagi. Ternyata dari pengalamanku selama ini me-mentoring orang ternyata memang salah satu problem utama mereka dalam membeli properti adalah mengumpulkan uang untuk DP ( Down Payment – Uang Muka ) yang besarnya bervariasi antara 20 % - 30 % dari nilai properti. Jadi bukan dari segi penghasilan mereka yang masalah, ternyata masalah utamanya di ngumpulin uang.

 

Mana lebih susah, mencari uang atau menabung uang ? he he he kebanyakan orang akan bilang menabung uang lebih sulit. Well well apa yang terjadi ya ? Ck ck ck, memang banyak godaan di dunia yang serba materialistis ya. Ada suatu penelitian yang mengatakan bahwa setiap harinya otak kita diasupi ratusan iklan, siapa yang tahan ya, jika setiap hari diasupi ratusan iklan, berarti ada ratusan penggoda setiap harinya sobat properti, coba bayangkan. Tapi akhirnya semua balik lagi ke diri kita. Tetap kita adalah TUAN atas diri kita sendiri. Kita sendiri yang menentukan bukan orang lain, ataupun bukan barang yang menentukan siapa diri kita, betul gak sobat properti ? Salah satu pola hidup yang penulis sendiri praktekkan adalah mengenai pola hidup SEDERHANA.

 

Ada satu cerita menarik yang hendak saya sampaikan kepada sobat properti, yakni mengenai penyewa apartemen saya yakni kita sebut saja bapak A. Pada saat akan menyewa salah satu apartemen saya di tahun 2012, bapak A baru berencana akan menikah, bapak A ini merupakan seorang lulusan S1 Hukum UI kemudian calon istrinya adalah seorang lulusan S1 Matematika ITB, dan mereka adalah eksekutif muda di perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka adalah orang-orang yang sangat sopan sekali. Dan mereka adalah penyewa terbaik saya, mengapa begitu ? coba sobat properti bayangkan selama 2,5 tahun menyewa apartemen saya, mereka tidak pernah komplain sekalipun.

 

Nah akhirnya tergeraklah hati nuraniku untuk membantu mereka agar memiliki rumah, karena mereka adalah orang baik-baik. Aku ajak ketemuan bapak A, kemudian aku ajak ngobrol. Aku hitung penghasilan mereka per bulan ( joint income ) di tahun 2014 sebesar Rp. 20 juta. Wah berarti dari segi penghasilan sudah memadai ya untuk mengambil KPA. Kemudian aku tanya berikutnya kepada bapak A, apakah anda ingin memiliki tempat tinggal ? dia bilang ya dia mau. Kalau begitu masalahnya dimana ya ? ternyata masalah DP ( Down Payment = Uang muka ) masih belum terkumpul. Kemudian aku berikan penawaran ke dia, ya sudah bapak saya kasih waktu 3 bulan untuk mengumpulkan DP dengan harga mengikat, apakah mau ? akhirnya deal dia mencicil DP nya selama 3 bulan.

 

Ketika baru berjalan 2 bulan, kita ketemuan lagi dan bapak A beserta istri menyatakan ketidaksanggupannya untuk membeli apartemen saya. Karena terlalu banyak beban yang harus ditanggung, semisal beban anak ( pada waktu itu mereka sudah memiliki satu anak ) , beban orang tua ( mereka harus memberikan uang setiap bulan kepada orang tua mereka ) dan tentunya mengenai gaya hidup, salah satunya yang saya temui pada bapak A adalah plat mobilnya menggunakan inisial nama bapak A ( well, menurut saya ini adalah suatu pemborosan ). Ya sudahlah, saya bilang tidak apa, saya akan kembalikan semua uang DP yang sudah dibayarkan. Tapi minimal saya sudah memberikan beberapa strategi agar bapak A bisa meimiliki tempat tinggal.

 

Nah itulah sobat properti sulitnya mengumpulkan uang untuk DP properti. Pada artikel selanjutnya saya akan bahas bagaimana strategi terbaik untuk mengumpulkan DP properti.

 

Selamat berinvestasi properti