Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

BAGAIMANA TIM API ( ABDI PROPERTI INDONESIA ) MEMBELI 20 BUAH APARTEMEN B ?

BAGAIMANA TIM API ( ABDI PROPERTI INDONESIA ) MEMBELI 20 BUAH APARTEMEN B ?

Posted : 08 November 2015

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Jilid 1

 

Salam rumah untuk semua,

 

Halooooo sobat properti , apa kabar ? tentunya saya berharap anda semua dalam keadaan sehat selalu ya. Baiklah topik kita kali ini adalah perjalanan tim Abdi Properti Indonesia  ( API ) membeli 20 apartemen B ( ini sudah secondary, mulai beli di awal tahun 2014 sampai pertengahan tahun 2014 ).  wuih seru banget sih bagaimana ya caranya ?

Semuanya berawal dari hobi saya dalam berburu apartemen, tapi saya tidak suka berburu binatang ya, hanya apartemen J he he he. Perlu diketahui juga bahwa produk API itu sifatnya segmented yakni hanya apartemen di daerah sekitar segitiga emas ( sudirman, thamrin, kuningan, gatot subroto, K.H. Mas Mansyur sampai casablanca ).

Cerita ini dimulai sekitar awal 2013, saya tahu ada apartemen ini berlokasi di daerah Tanah Abang, lokasi mudah dicapai dari arah Thamrin, gedungnya terkesan mewah mirip Da Vinci Tower, 1 tower eksklusif, developer-nya juga developer besar, yang mana membuat saya tertarik untuk mengunjungi lokasi.  Kemudian saya melakukan survei ke lokasi, nah waktu itu ada beberapa ketidaksinkronan, di apartemen tersebut tipikal 1 BR ( Bedroom – Kamar Tidur ) luas net di sertifikat antara 42 m2 dan 45 m2, serah terima pada tahun 2009 HGB hingga tahun 2030 dengan harga sekitar Rp. 600 juta – 650 juta.  Tapi anehnya uang sewanya bervariasi antara 3 juta, 4 juta, 5 juta per bulan, sobat properti ketemu anehnya gak ?

Ketika untuk barang yang sama 1 BR harga sewanya bervariasi antara 3 juta – 5 juta, range sewanya terlalu lebar sekitar 70 %, artinya tidak ada kesepakatan dalam harga sewa, berarti pasar sewanya belum terbentuk, belum mengerucut. Ternyata usut punya usut ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh pihak Developer, dia memberikan rental  guarantee dan ternyata rental guarantee-nya palsu, maksudnya tidak ada penyewanya, nah bagaimana pasar sewanya bisa terbentuk, kalau tidak ada penyewanya. Jadi saya memutuskan untuk tidak berinvestasi di sana sampai menunggu saat yang tepat.

Lalu tibalah saat yang tepat yakni di awal 2014, saya bermain lagi ke apartemen B, lalu………. Saya melihat perubahan yang cukup signifikan. Apanya yang signifikan ? Pastinya sobat properti penasaran ya, he he he.

Ah bikin lebih penasaran deh bersambung ke jilid 2…….