Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

BARU BELI RUMAH, LANGSUNG DIKONTRAK JILID 1

BARU BELI RUMAH, LANGSUNG DIKONTRAK JILID 1

Posted : 17 July 2016

Jilid 1

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

 

Salam rumah untuk semua,

 

Ya judul tersebut di atas dialami oleh salah seorang karyawanku. Sebut saja ibu P. Sebagai informasi awal, sebelum kita masuk ke ibu P, di tempat kerja kami, aku selalu mengedukasi semua karyawan pentingnya berinvestasi Logam Mulia ( LM ) dan membeli rumah. Ya dua hal itu yang tidak pernah bosan-bosan aku selalu kumandangkan terus. Ha ha ha, semoga karyawanku tidak bosan-bosan ya. Eittss tidak hanya dikumandangkan, tapi caranya juga diajarin dong.

Kembali ke ibu P, ok kita lihat dulu ya karakter ibu P. Pada saat beliau pertama kali saya terima bekerja, beliau berusia 37 tahun, bukan suatu usia yang muda lagi ya dan tentunya lebih lambat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Aku bilang sama ibu P, biasanya aku tidak terima karyawan pada usia 37 tahun, tapi karena ibu P berjanji bisa dibentuk, mau belajar dan bisa mengikuti kebijakan perusahaan, makanya aku terima. Waktupun berlalu sekarang beliau berusia 42 tahun, dan menunjukkan dedikasi terhadap pekerjaan yang bagus.

Kemudian suatu hari aku mensosialisasikan bahwa semua karyawan wajib bisa menggunakan Whatsapp, karena agar proses edukasi dan pemberitahuan lebih mudah dilakukan melalui grup Whatsapp. And guess what ?  sobat properti, ibu P menjadi karyawan terakhir yang bisa Whatsapp. Gak pa pa, jadi yang terakhir, yang penting adalah bisa berubah dan bisa dibentuk. Dunia sekarang cepat berubahnya, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengikuti perkembangan jaman.

Ok sekarang balik ke properti. Tahun 2016 adalah giliran ibu P mendapat bantuan dana perusahaan sebagai bantuan bayar Uang Muka  rumah ( DP – Down Payment ) sebesar 25 juta rupiah berupa pinjaman lunak. Ibu P selama ini tinggal di rumah kontrakan dengan suami + 5 anaknya. Luar biasa bukan beban hidup ibu P. Saya meiihat bahwa ada keinginan yang begitu kuat pada diri ibu P untuk memiliki rumah. Ini menjadi momen yang bagus ketika ibu P memiliki keinginan begitu kuat untuk memiliki rumah sehingga memudahkan saya untuk memandunya. Karena memang yang terpenting dalam membeli rumah adalah tumbuhnya keinginan dalam diri sendiri dulu. Kita lanjut ke jilid 2..