Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

BO KAM BUAN

BO KAM BUAN

Posted : 03 April 2016

  Jakarta, 3 Maret 2016

Salam rumah untuk semua,                                                                                      

 

Sobat Properti ada yang tahu artinya Bo Kam Buan? Bo Kam Buan itu adalah bahasa Hokkian yang artinya TIDAK RELA. Ha ha ha, topik ini aku angkat karena kebanyakan sobat properti sering melakukan kesalahan yang satu ini di dunia properti.

 Ada satu cerita teman saya mau menjual rumahnya dia yang di PIK (Pantai Indah Kapuk), Jakarta Utara di harga 8 M, sudah ada yang mau beli di harga 7,8 M, dianya BO KAM BUAN, dia bilang bahwa harga pasaran di angka 8 M bahkan ada yang lebih, akhirnya gak laku dan jadi lama lagi deh jualnya. Akhir-akhirnya setelah 6 bulan berlalu laku terjual di angka yang sama 7,8 M, cape deh. Kalau dibungain deposito di angka 8 % berarti dia sudah hilang uang senilai Rp. 312 juta. Ck ck ck.

Ada satu lagi cerita dari teman saya, sebut saja si A, dia punya usaha kursus, kemudian dia sewa ruko di angka 90 juta per tahun setelah 2 tahun berjalan sewa, pemilik rukonya mau menaikkan uang sewa di angka 125 juta per tahun. Akhirnya si A mengajukan penawaran untuk sewa di angka 110 juta per tahun, tapi ditolak juga oleh pemiliknya, karena pemiliknya BO KAM BUAN. Kemudian karena tidak ada titik temu, makanya si A pindah sewa ke lokasi lain. Ternyata setelah 2 tahun berjalan, ruko tersebut masih belum tersewa, artinya si pemilik sudah hilang kesempatan di angka 220 juta. Kemudian si A akhirnya mengajukan sewa lagi di ruko tersebut di angka 90 juta per tahun dan dikasih sama pemilik ruko. Aku langsung tertawa terbahak-bahak ketika mendengar cerita tersebut. Gara-gara BO KAM BUAN, sudah jatuh tertimpa tangga. Ck ck ck.

Biar seru ditambah satu cerita lagi ya. Ada klien, sebut saja namanya B, memilki properti di bendungan hilir, jakarta pusat. Properti sedang disewa oleh sebuah apotek ternama disewa sekaligus 5 tahun. Setelah masa sewa 5 tahun selesai, ketika akan diperpanjang lagi sewa 5 tahun dengan kenaikan harga wajar dan dibayar langsung 5 tahun di muka, si B tidak mau karena BO KAM BUAN, menurut si B uang sewanya terlalu kecil. Akhirnya tidak terjadi transaksi sewa. Si Apotek tersebut akhirnya memutuskan pindah tempat dan mulailah si B mencari penyewa lagi yang baru. Pstttt sampai tulisan ini dibuat berarti sudah setahun, si B masih belum mendapat penyewa baru. Dan saya dengar setahun uang sewanya mencapai 150 juta rupiah. Ck ck ck.

Semua karena BO KAM BUAN. Jadi sobat properti, saya harap anda bisa belajar dari cerita saya di atas dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selamat berinvestasi properti secara cerdas.

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia