Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

EFEK BOLA SALJU

EFEK BOLA SALJU

Posted : 24 April 2016

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

                                                                                                Jakarta, 16 April 2016

 

Salam rumah untuk semua,

 

Bleeding…  Bleeding…  Bleeding…

Ya, itulah kata-kata yang saya sering dengar dari para sobat properti di tahun 2015 dan 2016. Maksudnya apaan tuh bleeding ? Bleeding itu adalah kata dalam bahasa Inggris yang secara harafiah diterjemahkan berarti berdarah-darah, dalam properti berarti propertinya macet tidak bisa terjual yang akhirnya membuat cashflow juga tersendat.

Ada yang bilang bahwa cashflow seperti aliran darah dalam tubuh, bayangkan ketika darah dalam tubuh tidak bisa mengalir, apa yang akan terjadi ? bakalan gawat tuh, pastinya langsung masuk ke IGD ( Instalasi Gawat Darurat ). Saya pribadi juga setuju dengan perumpamaan diatas.

Pertanyaannya kenapa bisa terjadi bleeding ? Sebelumnya kita simak dahulu cerita bapak A. Bapak A ini sudah mengikuti hampir semua seminar properti, dan sudah mengikuti cara-cara yang diajarkan, beliau memiliki beberapa rumah, kantor, gudang di daerah kelapa gading dan sunter. Kondisi beliau saat ini adalah beliau berhutang 15 M kepada bank dan memiliki cicilan 200 juta per bulan ke bank. Sedangkan penghasilan beliau hanya Rp. 50 juta per bulan. Nah ini namanya Bleeding berat. Ketika semua properti dia mau dijual, sama sekali tidak bisa terjual bahkan sudah didiskon sampai 40 % juga masih belum terjual juga. Saya yang dengar ceritanya saja sudah mau pingsan.

Si bapak A cerita ke saya bahwa beliau sudah membuat skenario untuk permainan properti, yah tapi sayangnya skenarionya gagal total karena kondisi perekonomian yang belum bagus.

Adapun beberapa kesalahan yang beliau perbuat adalah :

  1. Harga propertinya yang terlampau mahal di kisaran 3 M – 15 M.
  2. Ketika bapak A mengagunkan propertinya ke bank, uangnya

        diputarkan ke ranah bisnis yang belum beliau kuasai dengan baik

        ( high risk ).

  1. Efek bola salju, ketika dia bermain dengan yang kecil berhasil, dia

        gulung lagi menjadi lebih besar, ketika yang lebih besar berhasil, dia

        menjadi semakin serakah, dia gulung lagi lebih besar lagi, lalu

        datanglah tahun 2015 dan 2016, propertinya macet tidak bisa

        terjual, dan berantai semuanya langsung kolaps.

  1. Cicilannya ke bank jauh melebihi kapasitas bayarnya

Jadi saya rasa kita semua bisa belajar dari kasus bapak A. Agar kesalahan yang dilakukan bapak A tidak terjadi pada diri kita.

Selamat berinvestasi properti dengan cerdas.