Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

ILMU DULU ATAU MODAL DULU ?

ILMU DULU ATAU MODAL DULU ?

Posted : 20 November 2016

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

Halo sobat properti, kira – kira nih jika anda hendak berbisnis mana lebih penting ilmu dulu atau modal dulu ? Yang benar adalah ……….. ILMU dulu ya. Tapi kebanyakan orang ketika mau mulai berbisnis yang terpikirkan oleh mereka adalah lebih penting punya MODAL dulu. Coba bayangkan apa yang terjadi ketika kamu berbisnis restoran, punya modal tapi gak punya ilmu, Bye bye pastinya ya, alias bangkrut. Dan sudah banyakkkkkkkkkkkkkk yang terjadi seperti itu. Karena ketika berbisnis sangat berbeda dibandingkan ketika kamu kerja. Berbisnis itu menyinggung berbagai aspek dan harus memikirkan berbagai sisi, sedangkan kalau kerja kamu hanya perlu menguasai satu atau dua bagian tertentu saja.

Ada satu cerita salah seorang kolegaku, katakanlah namanya M. Si M mati-matian kerja kasar cari uang di Korea. Kemudian sampai di Indonesia tidak ada kerjaan, nekat buka toko Komputer di Mangga Dua. Kemudian coba tebak apa yang terjadi ?  Selang 1-2 tahun toko komputernya tutup.

Ada yang lebih ironis lagi, temanku si C nekat buka agen properti franchise di Palembang, kongsi bertiga. Modal tidak ada, ilmu juga tidak mumpuni. Akhirnya modal pinjam dari KTA ( Kredit Tanpa Agunan ). Lalu yang terjadi apa ? properti lagi surut di tahun 2015 – 2016 tidak ada penjualan, terus merugi. Untung tidak ada, yang ada hanya tumpukan hutang KTA, celakalah.

Demikian juga ketika sobat properti hendak berinvestasi properti, lebih penting belajar dulu ilmunya, uang urusan belakangan. Saya pribadipun juga pernah mengalami nyangkut di investasi properti. Ini adalah investasi pertama saya di properti. Pada tahun 2004, saya kongsi berdua dengan teman saya, kita sebut si B, kita investasi di sebuah kios di depok. Kemudian tahun 2006 serah terima unit, dan kami memutuskan dijual. Dan ternyata tidak bisa terjual, akhirnya kami sewakan murah. Kami ambil cicilan bertahap ke developer. Pada tahun 2008, temanku si B kesulitan untuk melanjutkan pembayaran, mati deh aku, sehingga saya harus meneruskan cicilan sendiri. Kemudian di tahun 2012, saya belajar ilmu properti dari sebuah sekolah properti Panangian School of Property, yang mana sangat merubah sudut pandang dalam berinvestasi properti. Dan akhirnya dengan pola pikir yang tepat, saya dapat menjual kios tersebut di tahun 2013 dengan nilai yang sama saat saya beli di tahun 2004 L. Nangis deh… hu hu hu.

Tapi itulah dinamika investasi properti. Jadi sobat properti penting sekali belajar dulu ilmunya sebelum kamu akan masuk ke dalam suatu bidang yang baru. Ingat ILMU dulu ya. J

Selamat berinvestasi secara cerdas.

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

Halo sobat properti, kira – kira nih jika anda hendak berbisnis mana lebih penting ilmu dulu atau modal dulu ? Yang benar adalah ……….. ILMU dulu ya. Tapi kebanyakan orang ketika mau mulai berbisnis yang terpikirkan oleh mereka adalah lebih penting punya MODAL dulu. Coba bayangkan apa yang terjadi ketika kamu berbisnis restoran, punya modal tapi gak punya ilmu, Bye bye pastinya ya, alias bangkrut. Dan sudah banyakkkkkkkkkkkkkk yang terjadi seperti itu. Karena ketika berbisnis sangat berbeda dibandingkan ketika kamu kerja. Berbisnis itu menyinggung berbagai aspek dan harus memikirkan berbagai sisi, sedangkan kalau kerja kamu hanya perlu menguasai satu atau dua bagian tertentu saja.

Ada satu cerita salah seorang kolegaku, katakanlah namanya M. Si M mati-matian kerja kasar cari uang di Korea. Kemudian sampai di Indonesia tidak ada kerjaan, nekat buka toko Komputer di Mangga Dua. Kemudian coba tebak apa yang terjadi ?  Selang 1-2 tahun toko komputernya tutup.

Ada yang lebih ironis lagi, temanku si C nekat buka agen properti franchise di Palembang, kongsi bertiga. Modal tidak ada, ilmu juga tidak mumpuni. Akhirnya modal pinjam dari KTA ( Kredit Tanpa Agunan ). Lalu yang terjadi apa ? properti lagi surut di tahun 2015 – 2016 tidak ada penjualan, terus merugi. Untung tidak ada, yang ada hanya tumpukan hutang KTA, celakalah.

Demikian juga ketika sobat properti hendak berinvestasi properti, lebih penting belajar dulu ilmunya, uang urusan belakangan. Saya pribadipun juga pernah mengalami nyangkut di investasi properti. Ini adalah investasi pertama saya di properti. Pada tahun 2004, saya kongsi berdua dengan teman saya, kita sebut si B, kita investasi di sebuah kios di depok. Kemudian tahun 2006 serah terima unit, dan kami memutuskan dijual. Dan ternyata tidak bisa terjual, akhirnya kami sewakan murah. Kami ambil cicilan bertahap ke developer. Pada tahun 2008, temanku si B kesulitan untuk melanjutkan pembayaran, mati deh aku, sehingga saya harus meneruskan cicilan sendiri. Kemudian di tahun 2012, saya belajar ilmu properti dari sebuah sekolah properti Panangian School of Property, yang mana sangat merubah sudut pandang dalam berinvestasi properti. Dan akhirnya dengan pola pikir yang tepat, saya dapat menjual kios tersebut di tahun 2013 dengan nilai yang sama saat saya beli di tahun 2004 L. Nangis deh… hu hu hu.

Tapi itulah dinamika investasi properti. Jadi sobat properti penting sekali belajar dulu ilmunya sebelum kamu akan masuk ke dalam suatu bidang yang baru. Ingat ILMU dulu ya. J

Selamat berinvestasi secara cerdas.