Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

Kesalahan si Ucok Jilid 2

Kesalahan si Ucok Jilid 2

Posted : 06 November 2016

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

 

“Tahun 2013, saya membeli rumah dari sebuah pengembang terkemuka di barat Jakarta, tepatnya di Cikupa, Tangerang. Saya beli dengan uang kontan Rp. 1,4 miliar. Langsung saya bayar tunai, eh ternyata tahun ini hanya laku terjual Rp. 1,1 miliar.” ujar Ucok, geleng-geleng kepala.

Akibat ketidaktepatan dalam menanamkan uang. Ucok harus kehilangan uang setara dengan nilai mobil Honda HR-V baru atau Mitsubishi Outlander. Padahal, dia sempat menargetkan rumahnya akan terjual Rp. 1,7 miliar hingga Rp. 1,8 miliar.

Eric : Saya menganalisa bahwa kesalahan si Ucok adalah ketika Ucok membeli properti tersebut, Ucok membeli di atas harga pasar ( lebih ke emotional buying, harusnya pembelian properti lebih ke arah rational buying ). Semisal ada spanduk berbunyi “Hari senin harga naik”, “Tanggal 1 harga naik”, kata-katanya sangat provokatif. Jika kita menggunakan emotional buying, ada uang maka kita akan langsung beli tanpa pikir panjang, tetapi sebaliknya ketika kita menggunakan rational buying, maka kita akan berpikir dulu, apa benar hari senin naik, apa benar tanggal 1 naik, koq enak benar ya yang menentukan developernya ?kalau dipikir lagi siapa yang menentukan kenaikan harga ? Market, dan tidak ada seorangpun atau perusahaan apapun yang dapat menentukan harga properti, hanya market yang bisa menentukan, because market is always right.

Dan salah satu prinsip dasar dalam berinvestasi properti adalah belilah properti di bawah harga pasar ( Undervalued Property ) atau sudah untung pada saat membeli bukan untung pada saat menjual

Kesalahan si Ucok berikutnya adalah Ucok tidak mengenal jam properti atau lebih dikenal dengan siklus properti. Dalam jam properti ada dikenal istilah Seller’s Market ( jam 12 ) dan Buyer’s Market ( jam 6 ). Singkat cerita Seller’s Market adalah kondisi pasar dimana penjual adalah raja, kalau Buyer’s Market adalah kondisi pasar dimana pembeli adalah raja. Lalu kalau begitu saat ini kita ada di jam berapa ? let’s see. Tahun 2012 clearly adalah kondisi Seller’s Market, jadi jam 12 nya ada di tahun 2012. Jam 6 nya menurut saya terjadi di tahun 2015. Dan tahun 2016, kita masih ada di jam 7. ( sekali lagi ini menurut pandangan pribadi saya ya ). Lalu jam 12 laginya kapan dong ? pasti pertanyaan sobat properti seperti itu kan ? Menurut prediksi saya kemungkinan besar jam 12 terjadi di tahun 2018 atau 2019.  J

Kita lanjut ke jilid 3…

Selamat berinvestasi properti secara cerdas.