Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

Kesalahan si Ucok Jilid 3 ( Tamat )

Kesalahan si Ucok Jilid 3 ( Tamat )

Posted : 16 November 2016

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

 

Ucok paham, apabila dirinya menunda penjualan rumah di Cikupa, hal itu lebih berpotensi menekan kerugian. Pasar properti pada tahun 2016 ini memang lesu. Penawaran jauh lebih banyak dari permintaan meski masih banyak dari permintaan meski masih banyak masyarakat yang tidak punya rumah. Namun, Ucok harus segera menjual propertinya untuk membeli rumah di lokasi yang lebih dekat dengan tempat kerjanya.

Eric : Beli properti dan jual properti, berapa lama sih waktu ideal untuk berinvestasi properti ? menurut saya idealnya adalah minimum 5 tahun . Karena properti itu pada dasarnya butuh waktu untuk bertumbuh dan ada siklus, kecuali lain cerita ketika pasar properti sedang hot seperti yang terjadi di tahun 2012, sobat properti bisa jual beli properti dalam 2 tahun saja dengan keuntungan yang fantastis.

Ketika dalam kondisi terjepit harus menjual properti segera dan akhirnya merugi, artinya konsep berinvestasi sejak awal sudah salah. Sedari awal, kita harus paham bahwa properti itu tidak likuid, tidak bisa diuangkan segera.

Tidak sekedar merugi, Ucok juga harus rela menempati rumah dengan luas hanya 120 meter persegi dari sebelumnya 140 meter persegi.

Ucok yang berprofesi sebagai dosen ilmu hukum itu sempat menganalis keputusan investasinya. Menurut dia, perumahan yang dibelinya tidak banjir, kawasan juga berkembang, dan tidak ada gangguan keamanan apapun. “Jadi, saya berkesimpulan, harga yang rusak ini karena ulah pengembang,” kata Ucok.

Dia menginformasikan, begitu pasar properti melemah, pengembang justru meraup pendapatan dengan membuat produk rumah hunian dengan luasan lebih kecil sehingga harga terseret jatuh.

Begitu tersedia produk rumah ( landed house ) dengan luas lahan lebih kecil 20-an meter persegi dengan harga lebih murah beberapa ratus juta rupiah, calon pembeli berbondong-bondong “turun kelas”.

Eric : kita tidak bisa menyalahkan ke developer. Tugas mereka memang jualan properti, mereka tidak bisa mengatur harga. Developer meresize unitnya agar jualan mereka cepat laku, tidak ada yang salah dengan itu. Kitanya yang harus membekali diri kita dengan pengetahuan investasi properti dengan benar sehingga kita bisa UNTUNG dalam berinvestasi properti.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan pencerahan bagi sobat properti semuanya.

Selamat berinvestasi properti secara cerdas