Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

KISAH PERKENALANKU DENGAN GURU PROPERTIKU PANANGIAN SIMANUNGKALIT

KISAH PERKENALANKU DENGAN GURU PROPERTIKU PANANGIAN SIMANUNGKALIT

Posted : 22 June 2015

JILID 1

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

 

Nah sekarang aku mau berbagi sepenggal kisah hidupku, kisah perkenalanku dengan Panangian Simanungkalit, berhubung ceritanya cukup panjang makanya supaya tidak terlalu lama bacanya buat sobat properti maka saya penggal menjadi 5 bagian. Selamat menikmati.

 

Perkenalkan nama saya Eric Hermanto, umur 32 tahun ( Tahun 2012 ). Saya berprofesi sebagai guru matematika bimbingan belajar di Jelambar sekaligus pemilik, tapi saya lebih senang menyebut diri saya sebagai seorang guru. ( Jadi guru memang harus idealis nih ck ck ck )

Semua berawal dari adik saya, Devi Mulyana. Beliau mengatakan bahwa kursus kita sepertinya akan sulit berkembang dikarenakan sulitnya mencari guru yang bagus dan Devi memotivasi saya untuk mencari penghasilan baru. Waktu itu kejadian di bulan November 2011, saya menerima sebuah brosur bertuliskan PANANGIAN SCHOOL OF PROPERTY (PSP) dengan marketingnya Bp. Jona dan saya pun memutuskan untuk mengikuti preview seminar bersama pacar saya, Mega Patricia. Saya  sudah lama mendengar nama Pak Panangian sebagai seorang pakar properti sejak lama sekali. Dan akhirnya pada hari yang ditentukan yakni hari Rabu saya datang bersama pacar saya berkesempatan bertemu dengan Pak Panangian. Pertama-tama kami disodorkan kuesioner. Waktu itu setelah dinilai jawaban saya benar 24 nomor dari 25 nomor dan Pak Panangian merekomendasikan saya untuk mengikuti kelas CPA              ( Certified Property Analyst), CPI ( Certified Property Investor ) dan CPD ( Certified Property Developer ). Melihat sosok pak Panangian yang luar biasa dan percaya diri, saya terkagum-kagum dengan beliau. Dan saya tanya beliau cocoknya saya memulai dari mana ? beliau menjawab karena disesuaikan dengan kebutuhan saya, maka saya disarankan mengambil kelas CPI. Saya sebelumnya belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan apapun senilai 15 juta. Entah apa yang membuat saya berani mengeluarkan 15 juta untuk mengikuti PSP ini. Bahkan waktu itu, Pak Jona memberikan harga 16 Juta dan bahkan saya tidak menawar lagi. Lalu pada saat di mesin ATM ketika saya hendak mentransfer, beliau memberikan diskon 1 juta lagi. Kata beliau saya cukup membayar 15 juta saja untuk mengikuti PSP ini. Terima kasih ya Pak Jona. Setelah mentransfer saya meminta kepada pak Jona untuk memberikan kepada saya 2 buku yang ber-cover hitam yang berjudul “Menjadi Kaya Melalui Properti” dan “Rahasia Menjadi Milyader Properti” agar dapat dipelajari sebelum kelas dimulai. Akhirnya saya berkesempatan mengikuti kelas CPI angkatan 10 di akhir bulan Desember 2011. Saya harus mengikuti kelas di akhir Desember 2011 karena saat itulah jadwal mengajar yang tersepi sehingga saya dapat mengubah jam mengajar menjadi lebih awal. Dikarenakan kelas hanya diadakan malam dan waktunya bentrok dengan waktu mengajar, maka saya bertekad saya harus bersungguh-sungguh mengikuti kelas CPI angkatan 10 dan mempersiapkan diri saya dengan terlebih dahulu membaca kedua buku tersebut. Saya membaca habis kedua buku tersebut dalam waktu 1 bulan. Kemudian tibalah hari pertama kelas CPI angkatan 10 dimulai. Waktu itu yang mengikuti kelas pertama-tama ada 5 orang. Tapi berhubung dekat dengan hari natal, hari ke-empat hanya tinggal 2 orang termasuk saya. Waktu itu pak Panangian hampir membatalkan kelas CPI angkatan 10 karena hanya diikuti 2 orang. Dan dikarenakan saya tidak dapat mengikutinya lagi di malam hari serta berkat kebesaran hati beliau dan komitmen yang tinggi akhirnya kelas CPI angkatan 10 tetap dilanjutkan dan hanya diikuti oleh 2 orang. Setiap mengikuti kelas yang dimulai pukul 7, saya selalu datang jam 6 malam dan selalu menyempatkan diri saya untuk membaca habis modul yang akan diberikan. Saya selalu mencatat ketika diberikan materi perkuliahan tentang properti. PSP punya program yang sangat bagus sekali karena pertama-tama yang diajarkan adalah mendobrak mindset kita atau cara pandang kita terhadap properti. Kemudian bagaimana membuat properti itu menjadi sebuah investasi yang sangat menarik. Sebelumnya saya berpikir bahwa investasi properti yang paling menguntungkan adalah ruko, tapi ternyata ada yang lebih menarik dari ruko yakni apartemen. Dan Pak Panangian memfokuskan “selalu berinvestasilah di apartemen yang berlokasi di CBD (Central Business District)” yakni daerah segitiga emas yang meliputi Sudirman, Thamrin, Kuningan dan Gatot Subroto. Dan sebelum masuk ke PSP saya tidak mengerti daerah CBD itu apa. Bahkan saya tidak tahu ternyata Mal Grand Indonesia itu sangat dekat dengan PSP yang berlokasi di Thamrin City.

Pada hari terakhir kelas CPI 10 di bulan Januari 2012, saya meminta saran kepada Pak Panangian, jikalau saya ingin memulai berinvestasi apartemen CBD, saya harus memulai dari mana. Beliau menyarankan Sudirman Park, Thamrin Residence. Setelah saya cek ternyata Thamrin Residence belum bisa menggunakan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA), jadi saya memfokuskan diri saya di Sudirman Park. Tapi bagaimana harus memulainya ?

To be continued…..