Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

RUMAH KLASTER VS RUMAH BUKAN KLASTER

RUMAH KLASTER VS RUMAH BUKAN KLASTER

Posted : 25 October 2015

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

 

Semangat pagi sobat properti, pokoknya setiap hari harus selalu semangat, he he he, biar rejeki banyak datang. Setuju ya sobat properti. J

Sekarang ini lagi demam perumahan klaster ( bahasa inggris : cluster, supaya gak bingung ya ), teman saya yang baru melangsungkan pernikahan sebagai pasangan muda, maunya tinggal di perumahan klaster. Kenapa seperti itu ? Karena anak-anak muda zaman sekarang untuk masalah perumahan yang penting harga dan kenyamanan, jauh sedikit dari pusat kota tidak apa.

Harga tentunya dipilih sesuai kantong, kurang sedikit minta tambahan dari orang tua, he he he. Kemudian mengapa mereka pilih di klaster, faktor berikutnya adalah masalah kenyamanan, jalanannya bisa dilewati 2 mobil, parkir mudah, tidak perlu pagar, karena sistem klaster tertutup, biaya bulanan ( keamanan dan kebersihan ) lebih mahal sedikit tidak apa. Perumahan klaster terkesan rapi dan bersih tidak boleh yang jorok dan dekil masuk, seperti pengemis, pemulung, pengamen. Kemudian juga dilengkapi dengan fasilitas seperti club house, ada kolam renang, arena olahraga bulu tangkis, futsal, fitness center, senam aerobik dan lain sebagainya.

Lalu kalau kita mau investasi harus beli yang mana ya ? mending rumah klaster atau rumah yang bukan di klaster ? Coba diingat-ingat lagi, lokasi, lokasi, lokasi yang menentukan siapa ? balik lagi yang menentukan adalah manusianya. Kan yang bayar harganya siapa ? manusianya, jadi yang menentukan harga siapa ? ya pasar, nah pasar itu siapa ? ya manusianya. Semoga terjadi pencerahan. Ting, ting.

Nah ini ada contoh yang bagus adalah Jelambar, Jakarta Barat, daerah di mana penulis tinggal. Di Jelambar didominasi oleh perumahan bukan klaster. Praktis perumahan klaster yang besar di Jelambar hanya ada dua, yakni klaster Taman Duta Mas dan klaster Kavling Polri. Kedua klaster ini dibangun paling akhir. Kavling Polri dibangun antara tahun 1980 -1990, Taman Duta Mas ( bekas kuburan ) dibangun sekitar tahun 1985-1995. Sudah lebih dari 25 tahun ya. Nah menariknya bahwa harga tanah per meter persegi di kedua klaster adalah yang paling mahal di seluruh Jelambar. Pada saat artikel ini ditulis tahun 2015, harga tanah di Kavling Polri 20 juta per meter persegi, harga tanah di Taman Duta Mas 18 juta per meter persegi. Artinya apa ? perumahan di klaster secara nilai investasi jauh lebih menarik dibanding yang bukan di klaster. Lantas yang menentukan harga siapa ? ya manusianya. Semakin tercerahkan ya.

Demikian sobat properti, selamat berinvestasi properti dengan cerdas.