Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

SUPER B.U. JILID 2

SUPER B.U. JILID 2

Posted : 05 December 2016

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

Kemudian jalan kedua mencari solusi, pikiran kita harusnya dipenuhi dengan solusi, ayo pikirkan jalan keluarnya seperti apa, ayo mari kita tingkatkan penghasilan, adalah pengalaman dari penulis sendiri di tahun 2015 mengalami masalah keruwetan soal perputaran uang, sebagaimana diketahui bersama tahun 2015 memang adalah tahun yang kurang bagus untuk pertumbuhan properti. Tutup hutang dengan hutang, pikirin tambah hutang supaya dapat uang kontan buat nutupin hutang yang lain, putar-putar terus mikirinnya seperti itu wah kusutlah jadinya. Ibarat benang kusut yang tidak pernah terurai . Sampai suatu saat adikku menghentakku dengan berkata, kalau punya hutang, ya jangan mikirin hutangnya dong, harusnya mikirin bagaimana menaikkan penghasilan kita supaya bisa menutup hutangnya, nah dari situ baru terbuka pikiranku, bahwa setiap kali BU, jangan mikirin BU nya, tapi mikirin bagaimana menambah penghasilan, paham sobat properti ?

Contoh lain : adalah seorang kolega saya sebut saja si T dan istri, dengan 3 anak, hidup mereka sudah seperti dalam lingkaran setan. Apa tuh maksudnya lingkaran setan ?  mereka tidak bisa keluar dari lingkaran setan, mereka terjebak, mereka tidak bisa menabung. Maksudnya begini sobat properti, bayangkan si T bekerja penghasilan 6 juta per bulan, kemudian istri juga bekerja dengan penghasilan 6 juta per bulan berarti total 12 juta ya. Sebesar 6 juta tiap bulan sudah habis buat bayar kontrakan dan hutang, kemudian sisanya habis untuk kebutuhan sehari-hari dengan kondisi 3 anak. Dan yang mereka pikirkan apa ? tiap bulan selalu ngepas, pasti pikirannya BU terus. Pas istrinya mau lahiran anak ketiga, akhirnya pinjam kiri, pinjam kanan. Apakah sobat properti menginginkan kehidupan seperti itu ? saya yakin tidak. Apakah si T dan istri sadar dengan kondisi mereka saat ini ? belum tentu sadar. Kemudian saya buka , saya korek pikiran mereka agar mereka sadar dengan kondisi mereka sekarang. Saya bilang berkali-kali ke mereka bahwa kalau BU jangan dipikirkan, tapi pikirkan yang lain, pikirkan bagaimana menaikkan penghasilan ? pikirkan supaya lebih hemat dalam pengeluaran, ayo ikat pinggang dulu, kalau perlu dibuat budget list untuk pengeluaran bulanan, lebih ketat dalam pengeluaran. Dan syukur, saat ini mereka sedang berusaha secara bertahap untuk menyelesaikan permasalahan mereka, dan saya buatkan program solusi dalam 2 tahun, harus sudah clear semuanya. Doakan ya sobat properti sehingga semuanya berjalan lancar.

Demikian artikel saya mengenai SUPER BU, semoga memberi pencerahan buat sobat properti sekalian.

Selamat berinvestasi properti secara cerdas.