Hotline : 0858 1012 8912
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

Surat Pisah Harta Dan Properti

Surat Pisah Harta Dan Properti

Posted : 31 January 2016

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,                                                                                         Jakarta , 20 Januari 2016

 

Halo sobat properti, mungkin pernah dengar perjanjian kawin atau mungkin perjanjian pra-nikah atau mungkin lebih kenal dengan surat pisah harta. Lalu apa dong ya hubungannya dengan properti ?

Untuk selanjutnya penulis akan menyebutkan perjanjian kawin, karena walaupun lebih dikenal dengan surat pisah harta, tetapi konotasinya agak kurang bagus. Jadi lebih baik disebutkan perjanjian kawin.

Jadi teringat suatu ketika ada seorang teman menyatakan pendapat kepada saya,”kan aku uda cinta mati sama dia dan dia juga uda cinta mati sama saya. Kalau dibuat perjanjian kawin artinya dari awal sudah gak percaya dong sama pasangan kita, dan dari awal berarti uda berpikir mau cerai dong nantinya “. Ada lagi seorang relasi wanita juga menyatakan pendapat kepada saya ,” kan harta istri milik sendiri, harta suami milik bersama dong, nah kalau ada perjanjian kawin hartanya kan jadi masing-masing “.  Nah inilah pendapat yang paling umum beredar di masyarakat kita. Pertanyaannya apakah benar seperti itu ? jawabannya balik ke anda pribadi masing-masing.

Di sini saya coba menguraikan dari pengalaman dan sudut pandang saya pribadi. Kalau dari pengalaman penulis sendiri, sebaiknya pasangan muda yang akan menikah lebih baik membuat perjanjian kawin, apalagi jika suaminya suka berbisnis dan berinvestasi properti. Urusan cinta itu urusan perasaan, perjanjian kawin hanya urusan di atas kertas. Cinta tidak ada bukti empiris, kertas bisa menjadi bukti empiris. Anda paham maksud saya ?

Adapun keuntungan menggunakan perjanjian kawin :

 

 1. Jika anda suka membeli properti, dan anda memiliki perjanjian kawin, pada saat anda transaksi, anda tidak perlu membawa istri anda ataupun menggunakan surat kuasa dari istri anda ( yang mana akan membuat biaya tambahan ). Anda bisa transaksi jual beli bebas di seluruh Indonesia tanpa harus terbebani oleh pasangan anda.

2. Jika anda suka berbisnis pastinya identik dengan hutang bank. Nah semisal rumah anda dibeli atas nama istri dan anda memiliki perjanjian kawin, kemudian misalkan bisnis anda bangkrut dan terlibat hutang dengan bank serta anda tidak bisa bayar, tapi karena rumah atas nama istri anda dan anda memiliki perjanjian kawin, bank tidak bisa menyita rumah anda. Anda terselamatkan berkat perjanjian kawin.

3. Dan bagi istri-istri, tidak perlu khawatir, karena  dalam perjanjian kawin ada tertera pasal yang menyatakan bahwa suami bertanggung jawab sepenuhnya atas istri dan anak-anaknya alias tidak boleh menelantarkan.

Jadi setelah sekian panjang lebar, saya coba uraikan, akhirnya keputusan tetap balik ke tangan kalian masing-masing.

Selamat berinvestasi dengan cerdas.